Minggu, 15 Maret 2015

Penduduk Langit


By on 11.28

Saan (Penulis)






“Ini sangat menyedihkan.Kejam. Tak berprikemanusiaan. Saat itu, aku memang tak bisa berbuat apa-apa. Jangankan menangis. Menggerakkan kelopak mata saja aku tak kuasa. Perbuatan kedua orangtuaku  ini sungguh tak bermoral,” ujar seorang bayi, kepada mahluk bercahaya itu, tapi mataku tak sanggup melihatnya, sebab begitu silau.

Bayi itu tahu ini semua, dari cerita penduduk langit yang mengantarkannya kesurga tuhan.  Kata mereka saat kejadian itu seluruh semesta gempar, penduduk langit dan bumi mengutuk prilaku orang tua sibayi.
Mereka hanya mau nikmatnya saja. Tapi tak berani menanggung resiko. Dampaknya sibayi tidak sempat melihat dunia yang katanya  penuh warna.

“ Biadab kedua orangtuamu.!!,” gerutu penduduk langit yang kudengar. Aku tak tahu entah apa masalah yang dibicarakan mahluk aneh tersebut.


Mungkin ini sudah takdir sibayi yang telah ditulis dilauful mahfuzd. “Aku hanya bisa menerima. Walau dada ini terasa sesak oleh sikapnya yang kasar,” dengan suara lirih, dari kelopak matanya air mata kulihat bercucuran.
.
*****
Indonesia. Dunia menyebutnya indonesia. Tradisi masyarakatnya kental.Banyak hal yang dianggap tabu ditempat ini. Hampir semua segi kehidupan diatur oleh adat istiadat warisan leluhur mereka. Masyakatnya sangat agamis dan berbudaya.
Cerita tentang indonesia ini didapatsibayi dari jabal salah satu leluhur penduduk langit. Menurut jabal tempo dulu tuhan selalu menyanjung negeri yang disebut indonesia itu, dihadapan penduduk langit.


Tuhan selalu menyanjung dan memuji penduduk negri ini jika ada pertemuan penting. Atau ketika ngumpul-ngumpul saat ngopi bersama leluhur penduduk langit.Saat itu seolah indonesia adalah negeri terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.

Tapi itu hanya tempo dulu. Sebelum sibayi dan beberapa kawannya  tinggal disini. Sebagai mahluk tuhan sibayi  juga ikut penasaran..!!. Entah seperti apakah indonesia yang dimaksud leluhur penduduk langit itu.

“Andai aku bisa melihat indonesia walau hanya sesaat. Cerita yang disampaikan lelulur penduduk langit ini akan mudah kupahami,” gumam bayi itu dalam hati.

Tapi apa daya tuhan berkehendak lain. Tuhan menitipkan sibayi dalam rahim orang yang tak paham agama, tak beretika dan tak bermoral.

“Tapi takdir yang kuterima ini sudah kesepakatan si ruh dan tuhan. Ruh yang menanda tangani perjanjian itu diatas matrai enam ribu. Sebab saat itu ruh adalah induk semangku. Dia adalah waliku,” ujar sibayi dengan suara lirih, ucapannya sungguh menyayat hatiku.
Tapi itu hanya masa lalu..

Semenjak sibayi dan beberapa kawannya tinggal disini. Tuhan tak lagi menyanjung indonesia di depan leluhur penduduk langit. Sikapnya berubah drastis tiga ratus enam puluh derajat. Yang terdengar kini tak lagi pujian. Hanya murka dan caci maki. Leluhur langit pun terbawa emosi. Mereka juga ikut mengutuk negri ini.

 Sebab karena simoral, etika dan agama telah mereka usir dari negri ini. Dikalangan penduduk langit simoral, etika dan agama dikenal dengan nama tiga serangkai. Mereka perpanjangan tangan dari tuhan.

Tuhan marah karena tingkah manusia yang pongah. Mereka telah mengusir tiga serangkai dari indonesia. Akibatnya masyarakat yang dulunya agamis dan bermoral. Kini tabiat masyarakatnya bertolak belakang  dan hidup sesuka hati dan tak tahu diri.

Ditahun 2004 silam atas usul penduduk langit, tuhan menegur indonesia dengan cara mencubitnya lembut dan mesra. Tapi penduduk indonesia sungguh tak tahu bahasa isyarat. Itu bukan kali pertama tuhan menegur dengan bahasa isyarat. Teguran beruntun hampir terjadi  diseluruh negri indonesia. Entah itu gempa bumi,  banjir bandang, tanah longsor, gagal panen  bahkan kabut asap.
“Ahh..aku bersyukur  tak jadi lahir di  indonesia yang katanya penuh warna. Sebab ia tak lagi seperti dulu,” ujar bayi itu Pada Jabal.

*****
Beberapa bulan belakangan ini. Penduduk langit kembali gembar. Sebab entah berapa banyak wanita bunting tanpa akad nikah. Mereka tak lebih dari sekelompok binatang yang menjijikan, begitulah pandangan penduduk langit saat itu terhadap indonesia. Indonesia tak lebih seperti kandang  ternak, entah itu kandang sapi, kambing atau sejenis hewan yang tak bermoral lainnya. Aku kaget mendengar hal ini. Apakah penduduk indonesia memang sudah tak beretika dan bermoral.

Tak hanya itu,  semenjak agama diusir dari indonesia. Banyak penipu ulung yang mengatas namakan agama. Kata mereka, agama telah memberikan surat kuasa kepada mereka untuk mengatur indonesia. Makanya tak segan mereka mengatas namakan agama, hanya untuk sebuah kepentingan. Entah itu ekonomi atau politik yang berlabel agama.
Ah..biadab kalian yang membawa embel-embel agama tapi tujuannya untuk kepentingan sekelompok orang. Ternyata pengajian selama ini palsu belaka, kalian hanya mencari masa agar diakui.
Sibayi begitu kecewa dengan penduduk indonesia saat ini. Ia kecewa sebab banyak janin-janin yang tak bisa melihat dunia. Mereka dibunuh  dengan kejam oleh orang tuanya. Ia mengutuk tindakan ini. 


Beberapa kali sibayi melayangkan surat kepada leluhur langit. Isinya Ia ingin leluhur langit ini menyampaikan aspirasinya kepada tuhan. Sibayi ingin  indonesia dihancurkan. Tak lagi dicubit mesra. Ia ingin indonesia dicambuk, diseret bahkan diporak porandakan dari bumi ini.Tapi entah kenapa surat bayi malang  ini selalu ditolak oleh leluhur langit.
Karena bukan siapa-siapa. Sibayi hanya bisa diam dan menerima semua keputusan ini. Ia kecewa dengan leluhur langit, sebab mereka hanya bisa marah dan diam. Tak mengambil tindakan kongkrit. Oo..sibayi paham. Ternyata leluhur langit tak punya kuasa. Mereka hanya menjalankan perintah dari sang tuhan.
“Aku tahu diri. Ibuku saja tega membunuhku,” ujar bayi itu putus asa.
Semenjak itu. Siabayi hanya menyendiri. Berdiam diri bersama janin-janin lainnya. Mereka tak lagi berkeliaran dilangit. Sebab mereka malu, ketika ada yang bertanya, mengenai identitas mereka didunia dulu. Atau ketika ada yang  bertanya kenapa mereka sampai disini.
“Haruskah aku jawab. Aku anak haram. Aku dibunuh orang tuaku,” gumam siabayi didalam hati. Cukup tuhan dan leluhur langit yang tahnu identitas mereka.
Dua tahun berlalu. Jabal kembali menemui si bayi . Ia menyampaikan maksud hatinya. Jabal juga ingin tuhan meluluh lantakkan indonesia. Sebab penduduk indonesia makin tak bermolral. Aborsi dan bunting diluar nikah tak lagi dianggap hal tabu. Indonesia memang jauh berubah semenjak tiga serangkai diusir dari negri ini.

Siang itu juga leluhur langit, sibayi dan beberapa janin lain langsung mengadakan rapat luar biasa. Hasil rapat itu, mereka (janin dan leluhur langit) mengirim surat kepada tuhan. Isinya mereka minta indonesia diluluh lantakkan. Sebab banyak wanita yang bunting diluar nikah. Tingkat aborsi juga semakin tinggi. Atau tuhan mengutus kembali tiga serangkai keindonesia. Agar negri ini kembali indah sperti tempo dulu.

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 komentar:

Posting Komentar

Test Footer 1

POLITIK RIAU “HARI INI”